organisasi

ORGANISASI YANG MULTICRATIC: SEBUAH MODEL MANAJEMEN DARI SALING KETERGANTUNGAN FUNGSIONAL

Kouzmin dan Dixon bertanya apakah terdapat desain organisasi setelah privatisasi. Ada tetapi itu hanyalah kombinasi dari organisasi public dan organisasi pribadi, yaitu seperti halnya usaha untuk menghubungkan antar organisasi public dan hal ini akan membutuhkan suatu pendekatan teori baru untuk desain organisasi. Dari waktu kewaktu focus pada studi ini telah menjadi inidividu atau organisasi “focal” dan permasalahan intra organisasi. Dimana format organisasi yang birokratis menekankan pada operasi internal pada organisasi focal dan biasanya mengabaikan hubungan dengan organisasi yang lain. Organisasi lain itu dipandang sebagai penyalur, pelanggan atau pesaing yang pada teori umum mereka dipandang sebagai bagian dari lingkungan organisasi. Secara modern organisasi mengacu pada sebuah hubungan “mitra” dimana menunjukkan suatu hubungan yang sukarela, serta menguntungkan satu sama lain tetapi tetap memelihara otnomi an privasi dari peserta. Tetapi hubungan hubungan ini serasa gagal untuk diterapkan karena seakan akan dipaksakan untuk memenuhi pencapaiaan kebijakan. Untuk itu kebanyakan interorganisasi memusatkan pada hubungan organisasi focal dengan lingkungannya dan dengan organisasi lain di dalam lingkungannya. Peningkatan kesadaran tentang sasaran kebijakan public dapat terpenuhi dengan metode selain menentukan ketetapan jasa yaitu jumlah dan aktivitas dari multiorganisasi itu sendiri.
Yakobus Thomson menyatakan bahwa tujuan social di dalam masyarakat modern terus meningkat melebihi kapasitas dari organisasi kompleks dan sebagai gantinya disebut dengan tindakan organisasi kompleks. Hal ini dapat di artikan bahwa pelayanan public diperuntukkan untuk menjadi lebih bukannya lebih sedikit kompleks. Disamping manfaat menemukan akitivat multiorganisasi, teori organisatoris belum mengajukan suatu cara yang rasional untuk mendesain suatu system yang berkombinasi dari berbagai otonomi organisasi agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Meningkatkan saling ketergantungan antar system disini maksudnya adalah suatu system yang terdiri dari berbagai otonomi organisasi dengan derajad tingkat salingketergantungannya tinggi dalam menjalankan fungsi fungsi teknisnya. Untuk itu kalayak luas harus menemukan jalan agara supaya hubungan saling ketergantungan itu dapat diatur sehingga dalam system dapat diwujudkan suatu efisiensi dan akuntabilitas untuk ketertarikan masyarakat. Sehingga kebutuhan akan menyerakhan koordinir dari pelayan public dalam system yang secara fungsional saling tergantung melebihi dari batasan batasan public – privat.

Kedaulatan organisasi.

Focus pada organisasi individu di dalam tendensi teori organisasi beranggapan tentang konsep kedaulatan organisasi. Ketergantungan atas lingkungan dianggap sebagai hal yang negative dan harus diperkecil akan ketergantungannya. Kedaulatan dalam teori organisasi digambarkan sebagai kemampuan untuk menentukan nasib sendiri. Dibawah definisi ini organisasi adalah kedaulatan kepada tingkat bahwa mereka bebas dari batasan eksternal diluar yang biasanya ditemukan didalam masyarakat. Thompson menyiratkan bahwa semua koordinasi dapat menghilangkan kedaulatan organisasi, yaitu dengan mengambil bagian didalam multi organisasional kompleks, organisasi kehilangan beberapa derajat tingkat kedaulatan. Manfaat koordinasi yaitu meningkatkan efektifitas dan efisiensi, terjaddi pada tingkatan system dan membawa pengaruh yang baik bagi masyarakat, biaya-biaya tentang koordinasi yang terutama sekali hilangnya otonomi, ditempatkan pada organisasinya sendiri disamping biaya-biaya koordinasi organisasi akan menyerahkan sebagian dari otonomi mereka dan setuju untuk mengambil bagan dalam aktifitas organisasi.
Menurut Van de Ven pertimbangan untuk menkoordinir aktifiatas organisasi meliputi kebutuhan sumberdaya dan komitmen untuk masalah atau kesempatan eksternal. Kepercayaan Thompson tentang organisasi tunggal selalu tidak mencukupi suatu acuan teknis yang kuat akan menghalangi ketergantungan sumberdaya oleh karena itu sebenarnya tidak ada organisasi yang pernah secara utuh melakukan otonomi. Kecuali jika intervensi eksternal termasuk pembiayaan dan paksaan ada, kondisi sukarela sebagi hasil kesanggupan menyiratkan bahwa hilangnya otonomi diterima dengan rendah hati dan penekanan itu bias meliputi atas kordinasi pemerintah dan human service program bukannya orang-orang pribadi. Penggunaan panitia untuk mengatur ketergantungan pada bentuk lain departemen sama dengan pada antar jawatan atau agen yang mengkoordinir panitia anatar organisasi. Akhirnya suatu organisasi boleh memilih untuk menyerahkan sebagian dari otonominya untuk memperuas pasarnya atau menerima langsung perangsang lain.

Ketergantungan system secara fungsional

Ketergantungan system secara fungsional merupakan suatu system yang saling tergantung yaitu yang terdiri dari bebagai organisasi otonomi dengan derajat tingkat saling ketergantungan yang tinggi didalam fungsi teknis mereka. System meliputi hubungan berkelanjutan didalam aktifitas sehari-hari tetapi tidak termasuk mereka yang mengerjakan sesuatu yang spesifik, sekali proyek atau produk terakhir. System yang secara fungsional saling tergantung berbeda dengan system uniorganisasional dalam arti bahwa hubungan ada antar berbagi organisasi bukannya antar divisi dalam suatu struktur hierarkis disamping sparasi structural dan undang-undang yang mengatur organisasi yang seperti itu digabungkan secara fungsional dengan system yang ketat.
Untuk mencegah konflik antar divisi diperlukan integrasi koordinasi peran management didalam suatu uniorganisasi. Retikulasi organisasi adalah hubungan temporer membentuk suatu proyek spesifik. Hubungan organisasi dengan framework moduler menciptakan suatu organisasi mandiri yaitu terpisah dari peserta dan dapat memelihara kedaulatan mereka. Jika interdependensi rendah maka koordinasi juga rendah. Jika partisipan membalas mengkoordinir usaha secara spesifik tetapi kebutuhan akan koordinasi adalah kecil maka mengijinkan megoisasi yaitu suatu hubungan organisasi yang bias dengan bebas merundingkannya. Jika system interdependensi menjadi sangat kuat dan koordinasi adalah hal penting maka diperlukan suatu kesatuan pengatur eksternal.

Model Multiorganisasional

No Struktur Hubungan formalitas Tingkat ketetapan Bentuk perjanjian Kedaulatan
1 Reticulating organization Karena jabatannya keikutsertaan
individu dari para agen
Proyek spesifik,
yang dapat diulangi untuk hal serupa
proyek Dyadic Antara
Implementasi dalam
Proyek spesifik Tidak ada kesatuan mandiri
; kuasa/tenaga tinggal
dengan peserta
2 Networking organization Peserta dari
para agen terpisah;
yang tidak selalu karena jabatan Kesinambungan di dalam
keanggotaan
tidak terikat pada
proyek tertentu
Bersama
merundingkan di atas
definisi tujuan
antara para agen
terpisah
Kendali melalui mengamati
tekanan, tarik-menarik

3 Meshing organization Mandiri
kesatuan birokratis
Permanen Dyadic Antara
menghubungkan org. dan
para agen terpisah Mandiri, tetapi
kuasa/ tenaga pada tempat terpisah
dengan para agen

4 Bureaucratic Komponen adalah
yang digabung dalam
hirarki
Permanen Otoritas hirarkis Komponen hilangkan semua
otonomi/
kedaulatan

5 Framework modular constellation Modul mengambil bagian ketika;seperti
kesatuan di dalam kerangka Temporer, tetapi
berkelanjutan Dyadic Antara mengendalikan kesatuan dan
modul sebelum
keikutsertaan Peserta hilangkan
kendali dan
otonomi kepada
keikutsertaan
yang luas

Pendekatan management ketergantungan fungsional.

Kombinasi output dari suatu system yang saling tergantung mungkin baik dan bermanfaat bagi masyarakat diluar tingkatan yang akan terjadi melalui pasar atau terjadi secara pengaruh alami masyarakat yang terpengaruh akan menggerakkan hubungan diantara organisasi (dengan mengabaikan kepemilikan atau otonomi) dalam optimalisasi output. Masyarakat mempunyai 5 pendekatan potensial untuk management, pertama tipologi menggerakkan dari desentralisasi total, kedaulata penuh organisasi, pemusatan total, menghilangkan kedaulatan semua organisasi.
1. laissez- faire
Pendekatan paling didesentralisasi pada management saling ketergantungan fungsional menerima kedaulatan organsasi dan tidak mencoba menerapkan usaha koordinasi. System yang leissez-faire memiliki kemungkinan konflik interorganisasinal dan tentang suboptimisasi output yang tinggi.
2. kerjasama sukarela
kebanyakan teori interorganisasional mempertimbangkan hubungan aktif antar organisasi. Koordinasi berkelanjutan antar organisasi bisa meliputi interaksi adokratik atau boleh jadi disajikan melalui beberapa bentuk jaringan organnisasi (suatu mekanisme formal untuk menetapkan dan koordinasi berkelanjutan tentang kerangka umum koordinasi).
3. koordianasi eksternal
Tanggapan ini memelihara kedaulatan yang mengambil kedaulatan dalam organisasi dan menganjurkan untuk mengikuti keikutsertaan sukarela. Dari sudut bangunannya, tingkat ini menyerupai hubungan orgasasi Rubin yaitu sebuah kesatuan permanen yang disebabkan oleh tidak terikatnya pada organisasi untuk dikoordinir sehngga daopat menentukan agenda sendiri. Rubin menekankan bahwa yang menghubungkan organisasi dimaksudkan untuk mendorong koordinasi antar organisasi bukan untuk mengancam otonomi meraka.
4. kerangka organisasi
Mott mengusulkan bahwaa satu arah untuk menyelidiki alternative hierarkis untuk mekanisme dewan adalah mempertimbangkan bagaimana suatu kekuatan yang disediakan akan berubah pada situasi itu dan koordinasi yang sempurna itu akan memerlukan pemusatan drastis tentang otoritas. Organisasi yang permanent dalam suatu inti penting itu menentukan tujuan organisasi dan memperoleh mengkoordinir serta memonitor modul adokratif yang dipasang yang melaksanakan fungsi-fungsi lini.
5. birokrasi
Pendekatan terakhir ke management yang secara fungsional saling tergantung juga memindahkan kedaulatan dalam organisasi yaitu mengambil bagian oarganisasi dan mengerjakan dengan sepenuhnya. Model birokratis menghapuskan saling ketergantungan antar organisasi dengan menggabungkan kedalam hierarki tunggal dibawah kendali management pusat, pendekatan ini memastikan bahwa kendali hierarki mengatur saling ketergantungan. Hal itu menimbulkan gagalnya mempertimbangkan situasi dimana ketergantungan jasa dapat disajikan secara lebih efisien oleh suatu organisasi, tidak ketergantungan pelayanan jasa.

Organisasi multikratik

Adalah suatu model management yang secara fungsional saling tergantung yaitu suatu system memimpin agen dimana diluar partisipasi organisasi adalah bertanggungjwab untuk merencanakan aktivitas menyeluruh. Model membentuk suatu rangkaian antara koordinasi eksternal dan kerangka organisasi. Dalam organisasi multikratik terdapat petunjuk agen :
1. Mengembangkan rencana system keseluruhan yang membagi peran dan tanggung jawab
2. Mengembangkan kebijakan dan memeriksa prosedur untuk memastikan standarisasi dalam area
3. Mempromosikan penyesuaian timbal balik antara system peserta dengan hubungan antar manager management
4. Sediakan suatu evaluasi sistem wide dan jaminan berkualitas untuk memproses memonitor tindakan peserta sistem
5. Mungkin menyediakan infrastruktur siapa yang menggunakan adalah umum untuk peserta atau itu sedang membantu daam proses memperoleh modul adokratik.
Model ini berbeda dengan model inter dan multi organisational. Aktifitas didalamnya memusatkan pada peran dan hubungan antar pelaku organisasi sebagai ganti operasi individu mereka. Didalam penyerahan jabatan dalam pemerintahan model yang multikratik menyediakan seebuah struktur yang mengijinkan kontrak capaian maksimal, kompetisi antar berbagai penyedia dan penetapan jasa sektor swasta. Secara fungsional organisasi multikratik menyerupai suatu multi organisasi matriks yang anggotanya ditempatkan dalam tempat berbeda, kedaulatan orgaisasi bukannya didalam departemen fungsional organisasi tunggal. Hal itu menyediakan kendali hierarkis atas eseluruhan sistem tanpa menghapuskan keuntungan otonomi organisasi. Peran agen yang multikratik betul-betul menyerupai fungsi management pusat. Didalam multikratik regu interdependensi yang mengambil bagian organisasi tidak hanya dikenali tetapi meneria sebagaimana diperlukan untuk sinergi sistem yang utuh.
Derajat tingkat kedaulatan

Saling ketergantngan dalam mengambil bagian organisasi dan kebutuhan untuk mengatur ini ada dengan mengabaikan usaha kearah optimisasi sistem. Multikratis dalam tingkat derajat kedaulatan berpegang pada peserta dan agen denag begitu dapat dikendalikan atas yang lain, agen bisa memaksimalkan efisiensi sistem dengan pencarian skala ekonomi yang ditingkatkan untuk masing-masing bagian operasi dan dapat memilih untuk menyediakan jasa sendiri. Mott memperingatkan bahwa koordinasi meningkat dengan kendali hierarkis tetapi koordinasi kesatuan akan seperti itu juga. Agen yang multikratik adalah suatu kesatuan mandiri dan bisa mengendalikan peserta.

Peran petunjuk agen

Fungsi utama agen multikratik adalah untuk merencanakan sistem, untuk adokratikaly memperoleh mengambil bagian organisasi dan untuk mengatur hubungan meraka yang serupa kepada management. Agen yang multikratik harus secara lansung memelihara fungsi itu.hal ini diakrenakan perancanaan terpusat dan yang membuat kebijakan dan untuk mengkoordinir dan memonitoring aktifitas mengambil bagian organisasi.
1. peran perencanaan, agen menentukan suatu kerangka yang mungkin menyeruapai perencanaan karena dalam suatu regu proyek organisasi matrix tradisional. Peran peserta dan tanggungjawab ditentukan dan ketergantungan diatur melalui perencanaan standarisasi dan komunikasi.
2. peran management, standart mendiarikan suatu kesatuan organisasi akan memastikan bahwa proses dan keluaran terintegrasi dengan wajar. Sistem rencana menetapkan tanggungjawab dan peran dari tiap modul, menentukan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Kendali mekanisme bisa meliputi market place style mekanisme mencakup monopoli kontrak dan perangsang lain. Berhadapan suatu ikatan kontrak atau aturan organisasi tidak hanya sebagai suatu kesatuan mandiri tetapi sebagia suatu peserta dalam suatu sistem yang lebih luas, menunjukkan bahwa agen elakukan funsi management dalam sistem itu. Rubin menghubingkan organisasi yang multrikratik agen harus dilibatkan dalam opersional berkelanjutan.
Kepepimpinan multikratik

Sistem kepemimpinan memerlukan sebuah fungsi menagement yang unik (menyediakan suatu manager dimana tidak mempunyai kendali langsung atas peserta). Ini menciptakan suatu derajat ketdakpastian yang tinggi bagi manager.pemimpin yang multikratik harus meninggalkan peran yang aman dan mencoba untuk membuat peningkatan sistem level , menantang otonomi organisasi dimana tidak ada otoritas yang langsung. Pemimpin yang multikratik memanage organisasi bukannya orang orang, jadi koordinasi lebih tidak langsung.

Aplikasi : sistem jasa medis darurat (EMS)

Jenis saling ketergantungan yang ditemukan antar peserta dalam jasa medis dalam kedaan sistem yang darurat (EMS) dan sifat alami tanggapan dalam keddan yang darurat membuat statement ini bisa diterapkan untuk membuat contoh model multicratic yang secara fungsional saling ketergantungan. Suatu EMS adalah sistem pengaturan sumberdaya yang dikoordinir (termasuk personil, peralatan dan fasilitas) yang terorganisasi untuk bereaksi terhadap keadaan medis yang darurat dengan mengabaikan penyebabnya. Peserta dalam sistem ini meliputi jasa ambulance, jasa pemadam kebakaran, para agen pelaksanaan hukum, rumah sakit dan organisasi lain yang beroperasi dengan derajat tingkat saling ketergantungan sehari hari. Oleh karena interdependence memerluakan suatu perencanaan eksternal dan kesatuan koordinir. Koordinasi otoritas pada EMS yang hadir pada bagian bagian sistem tertentu, yang pada peserta disini adalah kebanyakan sistem meliputi wakil (contoh orang banyak masyarakat, pribadi dan sektor yang tidak mencari keuntungan dan yuridiksi politis)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: